JIlbabku.. identitasku..

601217_155883857893752_1980083201_n

Jilbab, mungkin bagi sebagian orang jilbab hanyalah kain yang menutupi kepala, untuk melindungi rambut dari teriknya sinar matahari..
Tapi, pandangan mereka amatlah salah, kami, khususnya para muslimah menjadikan jilbab bukan hanya sebagai penutup kepala, melainkan sebagai pelindung diri dan sebagai identitas kami, muslimah..
Aku sebagai muslimah juga amatlah telat dalam memakai jilbab, aku baru memakai jilbab ketika memasuki Sekolah menegah atas,
Tetapi, keinginanku untuk berjilbab sudah ada sejak aku duduk di bangku SMP.
Ada suatu kisah ketika aku masih duduk dibangku SMP, dan aku belum memakai jilbab, Banyak orang yang mengira bahwa aku adalah seorang non muslim, ya, itu karna namaku.
Nama “jean” mungkin bagi sebagian orang menimbulkan penafsiran bahwa aku seorang non muslim, apalagi saat itu aku belum memakai jilbab. Hal itu yang membuat miris di hati, mengapa mereka sampai berfikir seperti itu.
Dengan kejadian itu, aku semakin yakin untuk segera memakai jilbab, tetapi aku tidak langsung saat itu memakai jilbab, aku mengumpulkan uang untuk membeli jilbab dan baju-baju lengan panjang sedikit demi sedikit dengan menyisihkan uang jajanku.

Saat aku masuk sekolah menengah atas, Alhamdulillah aku sudah memakai jilbab, aku merasa sangat nyaman dan aman, jilbab yang aku kenakan bukan hanya sekedar melindungiku tetapi juga jilbab ini merupakan identitasku sebagai seorang muslimah. Tanpa ada orang yang bertanya, mereka sudah pasti tahu bahwa aku seorang muslim.
Semisal, ketika kita memasuki rumah makan yang ternyata rumah makan itu terdapat banyak makanan haram seperti babi dan kita tidak mengetahuinya. Pelayan rumah makan itu pasti menegur kita dan mengatakan bahwa masakan rumah makan itu merupakan makanan yang haram bagi umat islam, hal ini terjadi karena dia mengenali kita sebagai seorang muslim dari jilbab yang kita pakai. Apa yang terjadi ketika mereka tidak mengenali kita sebagai seorang muslim karena kita tidak berjilbab ? mungkin kita sudah memakan makanan yang ada disana tanpa kita ketahui apa kandungan dari makanan tersebut.nauzubillah..

dengan mengenakan jilbab, kita merasa lebih aman dari gangguan. Dengan berjilbab, orang akan menyapa dengan “Assalamu’alaikum,” atau memanggil “Bu Haji” yang juga merupakan do’a🙂. Jadi selain merasa aman, bonusnya adalah mendapatkan do’a. Hal ini akan berbeda bila muslimah tidak memakai jilbab.

Ketahuilah ukhti, jangan menunggu hidayah untukmu berjilbab, jangan menunggu sampai kau siap untuk berjilbab, dan jangan menunggu sampai kau sudah menjadi nenek baru kau berjilbab. Karena kita didunia ini hanya sementara, tidak ada yang tau apa yang akan terjadi esok dan nanti.
Berjilbab tidak akan membuatmu terlihat jelek, berjilbab tidak akan membuatmu merasa gerah dan panas, melainkan jilbab membuatmu terlihat anggun dan cantik. Ketika panas, kau tidak akan kepanasan karna dengan jilbabmu kau terlindung dari teriknya sinar matahari dan ketika dingin, kau tidak akan merasa kedinginan karena baju dan jilbabmu melindungimu dari hawa dingin yang menerpa.
Dan bila ukhti masih berfiikir bahwa jilbab membuat gerah, bayangkan saja panasnya api neraka yang akan menggerogoti kita karena kita tidak berjilbab didunia.

Banyak teman-temanku yang berkata mengapa mereka belum berjilbab, mereka belum berjilbab karena mereka merasa akhlak mereka masih sangat buruk, dan mereka tidak mau menodai jilbab mereka dengan akhlak mereka yang buruk.
Pendapat mereka amatlah salah, karena berjilbab tidak harus menunggu ketika akhlak kita sudah baik, karena dengan kita berjilbab, kita akan pelan-pelan memperbaiki diri dan akhlak kita. Jika kita menunggu akhlak kita menjadi baik baru memakai jilbab, itu pasti akan membutuhkan waktu yang lama.

Ketahuilah bahwa wanita yang berjilbab memang belum tentu shaliah, tapi wanita shalihah sudah tentu berjilbab.
Memakai jilbab merupakan hal yang sangat mulia, dengan alasan yang mulia pula. Jika kita belum memilki alasan yang kuat dan mulia untuk berjilbab, kini saatnya kita memperbaharui niat. Belum terlambat ukh🙂

Jazakumullah khairan katsiran

Jean Pitaloka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s